6 Cara Mempersiapkan Diri Agar Cepat Diterima Kerja
2630-cara cepat mendapatkan pekerjaan.jpg

Mendapatkan pekerjaan adalah cita-cita sebagian besar lulusan baru, baik itu lulusan SMK maupun lulusan Perguruan Tinggi, ketika lulus maka pikiran pertama adalah mencari lowongan yang cocok dengan gaji paling besar dari perusahaan paling bonafide diseluruh negeri. Gaji besar dan perusahaan yang keren inilah yang  kadang menyilaukan karena seakan-akan sukses itu menjadi semakin dekat, dibanding dengan menjadi wirausaha yang kadang wujudnya masih belum jelas dan kapan bisa sukses juga gak bisa diprediksi.

 

Namun mendapatkan pekerjaan di Perusahaan bonafide dengan gaji besar ternyata tidaklah mudah,, disamping open position (lowongan) yang tidak pasti ada, apalagi yang sesuai dengan background pendidikan kita, juga persaingan untuk bisa memasuki (lolos tes) diperusahaan besar yang sangat ketat.

 

Lantas bagaimana caranya agar bisa cepat diterima kerja, syukur-syukur diperusahaan besar yang fasilitas dan tunjangannya sudah pasti terjamin. Berikut ini adalah beberapa hal yang patut dicermati agar kita bisa langsung diterima kerja setelah lulus

 

1. Buat target yang jelas kemana prioritas pertama perusahaan yang akan kita tuju

 

Ini adalah langkah sederhana yang pertama harus kita lakukan, kita harus tahu dengan detail perusahaan mana yang menjadi target kita, sehingga untuk hal itu kita harus melakukan survey kecil-kecilan tentang perusahaan tersebut, mulai dari alamatnya, jenis / bidang usahanya, bagaimana cara melamar pekerjaan disana sampai apakah perusahaan ini benar-benar memberikan gaji sesuai harapan kita.

 

Kita dapat melakukan survey dengan bantuan search engine google, kita cari alamat website perusahaan tersebut, dan kita cermati bidang usahanya apakah sesuai dengan bachground kita atau tidak, dan jika perlu kita cari alamat email HRD nya untuk bisa kita kirim email mengenai hal-hal yang perlu kita ketahui.

 

2. Cari tahu tahapan proses seleksi di perusahaan itu dan kita persiapkan diri sebaik mungkin

 

Setiap perusahaan punya tahapan seleksi masing-masing dan juga waktu-waktu tertentu kapan lowongan biasanya dibuka, hal ini perlu kita ketahui agar kita dapat mempersiapkan diri dengan baik, kunci sukses dari semua usaha adalah persiapan, jika kita gagal dalam persiapan (tidak mempersiapkan segala sesuatu dengan matang) maka dapat dipastikan ujungnya juga merupakan kegagalan.

 

Hampir setiap perusahaan besar menerapkan seleksi awal dengan psikotes untuk mengukur potensi dasar yang dimiliki calon karyawan, kita pun harus mempersiapkan diri untuk psikotes dengan baik, sebagian besar lulusan baru tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang psikotes yang baik dan benar sehingga ketika ternyata nama kita dipanggil untuk test, kita menjadikan tes itu sebagai percobaan awal apakah bisa lulus atau tidak, inilah salahnya, test yang harusnya menjadi pertarungan kita hanya jadikan percobaan.

 

Untuk mengetahui bagaimana cara agar bisa lolos psikotes dapat dipelajari lebih detai link berikut ini

 

3. Buat curiculum vitae (CV) yang spesifik dengan perusahaan yang menjadi target kita

 

Kesalahan hampir semua lulusan baru adalah membuat 1 curiculum vitae (CV) untuk semua perusahaan yang dilamar, atau istilahnya “one for all”, begitu curiculum vitae (CV) dibuat semua perusahaan yang kita tuju kita kirim dengan format yang sama tersebut. Padahal masing-masing perusahaan butuh orang yang spesifik sesuai requirement masing-masing maka jika CV kita tidak kita sesuaikan dengan requirement tersebut dapat dipastikan curiculum vitae (CV) kita pasti tereliminasi.

 

Oleh karena itu survey kita tadi juga harus kita terapkan pada CV yang kita buat, contoh jika perusahaan yang kita tuju adalah perusahaan otomotif maka CV dan lamaran kita harus kita sesuaikan agar menunjukkan bahwa kita mempunyai ketertarikan pada bidang otomotif. Contoh lain adalah jika perusahaan yang kita tuju adalah perusahaan telekomunikasi maka CV dan lamaran kita harus kita sesuaikan agar menunjukkan bahwa kita mempunyai ketertarikan pada bidang telekomunikasi.

 

4. Persiapkan diri untuk interview kerja, jangan gugup

 

Hampir semua perusahaan baik besar maupun kecil mengunakan proses interview sebagai bagian dari tahapan seleksi, sangat jarang perusahaan yang tanpa interview bisa langsung diterima, atau jika ternyata ada perusahaan yang langsung melakukan panggilan kerja tanpa interview kita malah harus curiga, jangan-jangan ada unsur penipuan didalamnya.

 

Namun sebagian besar lulusan baru tidak punya pengalaman dalam interview kerja, sehingga hampir semua langsung gugup saat harus menjalani proses interview dan hasilnya sudah bisa ditebak tidak akan jauh-jauh dari gagal.

 

Untuk bisa sukses interview kunci utamanya adalah kita harus berlatih interview, berlatih interview itu meliputi beberapa hal, mulai dari cara memperkenalkan diri, cara menceritakan kemampuan yang kita miliki, apa yang menjadi tujuan kita bekerja sampai kenapa kita melamar diperusahaan tertentu kita harus persiapkan dengan baik, minimal kita sudah membayangkan jawaban-jawabannya mau seperti apa, jangan sampai ketika saat proses interview kita baru berfikir, karena dapat dipastikan kita akan jadi terlambar menjawab pertannyaan interviewer

 

6. Lamarlah pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi kita, jangan asal semua posisi kita lamar

 

Sedari bangku kuliah atau sekolah kita sudah punya jurusan ilmu yang menjadi kompetensi keahlian kita, usahakan agar posisi yang kita tuju adalah sesuai dengan keahlian dan pengalaman kita, jangan terlalu melenceng jauh karena kita hanya akan buang-buang energi yang hasilnya tidak akan jauh dari gagal. Sebagai contoh ketika kita melamar posisi sales marketing, pertanyaan ketika interview pasti seputar jualan, apakah kita punya ketertarikan dengan proses jualan? atau apakah kita punya pengalaman berjualan barang atau jasa?

 

Jika ternyata keahlian kita tidak sesuai dengan jurusan yang kita tempuh saat di bangku sekolah atau kuliah, kita harus punya pengalaman atau hal-hal yang menunjukkan bahwa kita kompeten dibidang itu. Contoh jika kita kuliah dijurusan Fisika, namun sebenarnya kita punya kompetensi dibidang programing (coding), kita harus bisa menceritakan kenapa kita kompeten dibidang programing ini, misalnya kita punya beberapa portofolio website yang pernah dibuat atau program yang pernah dibuat.

 

6. Jangan mudah menyerah

 

Ketika kita berusaha mencari pekerjaan dengan ketatnya persaingan dan ketersedian posisi yang terbatas, istilah “belum berhasil” itu menjadi hal yang lumrah bagi kita. Sudah sampai psikotes tetapi tidak ada panggilan lagi, sudah sampai interview tetapi gagal, hal-hal semacam ini adalah hal yang lumrah kita jumpai. Kuncinya adalah kita harus terus berusaha lagi dan jangan mudah menyerah.

 

Kalau kita tanya orang-orang yang sudah bekerja di Perusahaan, berapa kali dulu ikut dalam proses seleksi sampai bisa benar-benar diterima, sangat jarang sekali yang mengatakan hanya 1x langsung diterima, rata-rata mereka menjalani proses 3 – 5 kali dibeberapa perusahaan, atau bahkan ada yang lebih dari 10x baru akhirnya diterima.

 

Jadi kalau saat ini kita masih belum berhasil, kita harus tetap berpositif thinking bahwa mungkin posisi pekerjaan itu belum rejeki kita. Sehingga kita harus berusaha lagi dan lagi, kita harus persiapkan diri untuk semua tahapan seleksi lebih baik agar kesuksesan segera menghampiri kita.

 

 Ingat suatu quote mengatakan bahwa : “Kesuksesan itu adalah bertemunya kesempatan dan kesiapan”

Chania
   45
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com