Cara Membuat Perbaikan / Improvement Di Tempat Kerja
4545-perbaikan di tempat kerja.jpg

Membuat perbaikan adalah suatu keharusan, karena kita tahu bahwa semua yang di dunia ini selalu berubah, sehingga cara yang dulu tidak akan lagi relevan untuk digunakan dalam menghadapi tantangan ke depan. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat pembaca sekalian lakukan untuk membuat perbaikan ditempat kerja.

 

  1. Definisikan masalah dengan jelas

Mendefinisikan masalah dengan jelas adalah langkah pertama yang sangat penting, kita jangan sampai bias dalam memandang suatu hal. lakukan langkah pertama ini dengan menggunakan data-data yang akurat. Buat analisa dari data tersebut apa masalah yang sebenarnya terjadi. Contoh definisi masalah yang bias adalah : “produksi mengalami kemunduran, kita harus buat perbaikan”. mengalami kemunduran adalah sesuatu masalah yang bias, karena semua orang dapat menerjemahkan secara berbeda-beda tentang “kemunduran” ini. Kemunduran dalam hal apa? kemunduran yang seperti apa? seberapa jauh kemunduran itu terjadi?. Nah oleh karena itu kita harus membuat definisi yang jelas tentang masalah yang kita hadapi, contoh : “Produktifitas Line A mengalami penurunan 10% dari pencapaian bulan yang sama tahun lalu”, contoh lain adalah : “Kualitas hasil produksi mengalami masalah dilihat dari internal defect yang naik 30% dari bulan yang lalu.”

 

  1. Buat prioritas dari beberapa masalah yang dihadapi

Pada suatu lini produksi, tidak jarang kita mendapati masalah yang tidak sedikit, dari mulai masalah produktifitas yang menurun, manpower yang tidak disiplin, kualitas produk yang tidak sesuai standard, mesin yang sering macet dan lain sebagainya. Lalu manakah yang harus kita selesaikan terlebih dahulu? Kita dapat membuat prioritas mengenai masalah-masalah yang kita hadapi dengan menggunakan metode pareto, masalah-masalah yang kita hadapi kita sort dari data yang didapatkan dari lapangan mana yang paling dominan, bisa dari segi quantity (jumlah), dari segi severity (penting) dari segi impact (dampak) atau dari segi yang lain sesuai data yang kita dapatkan. Intinya disini adalah jangan sampai kita asal dalam menyelesaikan masalah, harus ada prioritas

 

  1. Analisa akar masalah sampai ke ujungnya

Setelah menentukan masalah yang akan kita tangani, langkah selanjutnya adalah menganalisa masalah agar menemukan akar dari masalah tersebut, kita dapat bertanya kenapa dan kenapa, metode ini dikenal dengan istilah why-why analysis, seperti contoh masalah mesin rusak, kita bisa bertanya kenapa mesin rusak? Karena gearnya aus, kenapa gear aus? Karena pelumasan kurang, kenapa pelumasan kurang? Karena level oli yang kurang tidak ditambah, kenapa oli tidak ditambah? Karena tidak ada perawatan rutin.

 

Ketika kita bertanya kenapa mesinnya rusak? Dan kita berhenti pada “karena gearnya aus”. Maka perbaikan yang akan dilakukan adalah mengganti gear dan selesai. Tetapi apakah itu akan menyelesaikan masalah? Dalam jangka waktu dekat, iya. Namun untuk jangka panjang tentu mesin akan cepat rusak lagi, kenapa? Sudah pasti karena bukan itu akar dari masalah.

 

Maka menyelesaikan masalah sampai ke akar-akarnya adalah sesuatu yang penting, agar effort yang kita lakukan tidak sia-sia dan maaslah yang kita hadapi benar-benar tuntas, sehingga kita bisa fokus untuk masalah yang lain.

 

  1. Buat perbaikan untuk setiap penyebab dengan deadline yang jelas

Inti dari menyelesaikan masalah adalah menangani setiap penyebab dari masalah itu, satu per satu. Tanpa tindakan, masalah hanya akan berputar, berulang dan bahkan terus menggulung menjadi semakin besar.

 

Untuk menyelesaikan masalah, jangan lupa menentukan deadline dari setiap tindakan, kapan tindakan itu harus terimplementasi dan kapan harus selesai. Tentukan juga siapa yang bertanggung jawab atas tindakan penyelesaian masalah tersebut, jangan sampai menggambang, tidak jelas kapan dan tidak jelas siapa pic (persone in charge) nya.

 

  1. Evaluasi hasil perbaikan.

Setelah semua tindakan perbaikan kita jalankan, jangan lupa untuk mengevaluasi pada interval waktu tertentu, bisa 2 minggu, bisa 1 bulan, 2 bulan atau sesuai estimasi yang kita buat. Lakukan evaluasi effektifitas dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan, terkadang tidak 100% masalah bisa langsung selesai dengan langkah perbaikan pertama, butuh perbaikan kedua, ketiga dan seterusnya, tentunya dengan tetap mencari rootcause dan mengembangkan alternatif perbaikan.

 

Sebagai contoh ketika kita melakukan perbaikan masalah kualitas product, dari 10% internal defect yang muncul, kita telah melakukan perbaikan mesin dan alat, namun masih ditemui internal defect 5% setelah perbaikan mesin dan alat, ternyata setelah dianalisa ada factor dari material, masalah dari material ditangani, ternyata masih muncul 3% internal defect, kita analisa lagi dan perbaiki lagi, begitu seterusnya..sampai masalah kita benar-benar tuntas.

 

Ok, mungkin sampai disini dulu uraian mengenai cara membuat perbaikan ditempat kerja, jangan lupa untuk mempraktekkannya y.. selamat mencoba