Cara Sehat Minum Kopi
3914-BIJI_KOPI.jpg

Minum kopi adalah suatu kebiasaan yang mempunyai arti penting bagi pencinta kopi, bahkan seolah menjadi ritual khusus di sela-sela rutinitas tiap hari. Namun ternyata kebiasaan ini dapat mendatangkan bahaya bagi tubuh, para dokter mengistilahkan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. Seseorang yang telah didignosa sebagai hipertensi akan disarankan oleh dokter untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi, padahal kopi dari Indonesia memiliki cita rasa yang tinggi dan digemari di seluruh dunia. Rugi? Nah, sebelum bergabung dengan kelompok orang yang tidak boleh minum kopi dan hanya bisa menelan ludah melihat orang lain mengecup si hitam manis ini, ada baiknya kita ketahui tips berikut:

 

1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun Food Standards Agency  of America (FSA) tahun 2008 menyarankan maksimum konsumsi per hari adalah 200mg kafein atau sekitar 2 sampai 4 cangkir kopi.

 

2. Sinyal Bahaya
Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood  seperti bingung, cepat marah. Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah 24-48 jam.

 

3. Jangan Melebihi Kebiasaan
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, jangan coba-coba untuk menambah dosis anda karena tubuh anda mungkin akan “kaget” dengan penambahan dosis tersebut.



4. Kenali Kandungan Caffeine
Ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, coklat kopi, cake dan makanan lain yang mengandung kopi. Jangan malas untuk membaca petunjuk pada bungkus belakang makanan untuk mengetahui kandungan kafein.

 

Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.

 

5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol dapat bereaksi sangat buruk terutama pada orang dengan gangguan hati. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk kebiasaan minum kopi.

 

Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati ternyata tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi karena tar yang ada dalam kopi akan mengurangi citarasa kopi.

 

6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung, penyakit hati (hepatitis) dan penyakit pembuluh darah (mis: hipertensi). Jika termasuk dalam kelompok ini sebaiknya lupakan minum kopi.

 

7. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, lakukan pengukuran tekanan darah secara teratur. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk tindakan selanjutnya

Chania
   31
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com