Cara Menghadapi Masalah Kehidupan
5736-Depression-Nacivet.jpg

Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah atau bahkan mungkin sebagian dari kita saat ini sedang mendapatkan masalah, entah itu di lingkungan kerja kita atau di tempat tinggal. Masalah memang bukan suatu yang kita harapkan namun terkadang datangnya masalah tidak pernah meminta ijin “klonuwun” dulu sama kita, malahan tidak jarang justru mengagetkan dan membuat kita shock. Ya, itulah masalah, sesuatu yang ternyata menghampiri hampir semua orang.

 

Kalau kita cermati ternyata masalah punya efek yang unik, terkadang membuat orang frustasi dan stress, membuat orang kelabakan, membuat orang sipat kuping tunggang langgang (lari) bahkan ada yang sampai kehilangan pikiran jernih sehingga memicu tindakan-tindakan kriminal seperti penculikan, pembunuhan atau yang lainnya.

 

Namun jangan anti dulu dengan masalah, karena ternyata ada juga orang yang bisa berubah drastis 180 derajat setelah mendapatkan masalah, ada yang menjadi orang saleh ada yang tobat dari mabuk-mabukan, ada yang menjadi pengusaha sukses setelah masalah bertubi-tubi menghampiri. Sebut saja Anton Medan, bandar judi kelas kakap, pembunuh yang sudah akan di p810kan alias didor berubah menjadi pendiri masjid dan pesantren setelah ia kalah bermilyar-milyar rupiah akibat judi antar negara, dia depresi dan stress namun ditengah keterpurukannya ternyata dia menemukan agama. Atau kita kenal Aa Gym, orang yang tadinya biasa saja bisa menjadi da’i sejuk setelah adiknya terkena step dan lumpuh, namun sakitnya adik justru malah membuatnya belajar banyak tentang kesabaran. Atau bisa juga kita melihat sosok Chairul Tanjung, miliarder pemilik Trans Corp ini ternyata pernah belangsatan karena usaha percetakan ayahnya dibrendel oleh pemerintah Orde Baru sehingga keluarganya bangkrut.

 

Nah, jika ternyata masalah dapat membuat orang menjadi sukses, berubah total atau malah menjadi stress, frustasi bahkan kehilangan pikiran jernih. Lantas apa yang membedakan? Masalah yang dihadapi atau kondisi orang yang menghadapi? Tentu dua hal ini pasti berbeda-beda. Namun bukan itu, yang membedakan kenapa masalah bisa menjadi pemicu kebaikan atau malah menjadi penyebab tindakan negatif adalah bagaimana kita menghadapai masalah itu. Ya kuncinya adalah sikap dan response kita terhadap masalah yang kita hadapi.

 

Lantas bagaimana cara kita merensponse masalah yang menghadang di depan kita, bagaimana kita harus bertindak? Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita cermati untuk menentukan sikap dan response kita terhadap masalah

5736-depression2-300x180.jpg

Masalah Adalah Teman

Jika kita kembali flash kebelakang, sejak kecil ternyata kita sudah sering menghadapi masalah; mulai dari masalah susah jalan, masalah sulit memegang sendok saat makan sampai masalah ngompol yang gak sembuh-sembuh. Ketika dewasa pun masalah tidak lepas dari kehidupan kita. Dari mulai mencari kerja yang layak, mencari jodoh yang cocok, membangun keluarga yang baik, hingga masalah cicilan motor atau rumah yang selalu menghantui setiap gajian kita terima.

 

Ternyata masalah ada dimana-mana dan tak pernah lepas dari kehidupan kita, karena konon masalah baru akan pergi ketika kita sudah dikubur 2 meter di bawah permukaan tanah, baru masalah kita selesai semua. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah adalah teman kita “problem is my friend”, teman yang selalu ada disekitar kita. Oleh karena itu jangan pernah berfikir untuk lari dari masalah, karena kemanapun kita lari masalah pasti masalah akan menghampiri, entah dengan bentuk yang sama atau berbeda, dengan skala besar ataupun kecil. So, hadapilah masalah.

 

Fokus Pada Apa Bukan Siapa

Ketika menghadapi masalah, banyak diantara kita yang masih terjangkiti penyakit Primitif dan Kekanak-kanakan. Orang-orang primitif menganggap bahwa penyakit adalah suatu bentuk serangan, ketika ada yang sakit panas misalnya, maka pertanyaan pertama adalah siapa yang mengirimkan penyakit ini? Ketika ada yang sakit parah dan kemudian meninggal, pertanyaan mereka adalah siapa yang mengirimkan santet. Maka tindakan yang mereka lakukan adalah mencari-cari orang yang “kemungkinan” mengirimkan penyakit atau santet. Dan hasilnya dapat kita tebak pasti penyakitnya tidak terselesaikan dan justru menambah masalah karena harus berseteru dengan seseorang.

 

Orang modern berfikir mengenai penyebab penyakit yang diderita sehingga yang kemudian dilakukan adalah mencari obat untuk menaklukkan penyebab itu, dengan obat yang tepat maka penyakit dapat disembuhkan.

 

Penyakit lain adalah kekanak-kanakan, kita masih melihat bahwa masalah yang kita hadapi adalah tanggung jawab orang lain sehingga kita tidak mau menghadapinya. Seperti anak kecil, ketika dia memecahkan piring di dapur “priiiaaanggg”. “Adi…kenapa piringnya pecah?!!!”.“ Itu buk, si embak tadi yang nyenggol, adi cuma lewat kok”. Nah, kita langsung melempar masalah yang kita hadapi kepada orang lain. Hal ini tentu bukanlah tindakan yang patut, apalagi dilakukan oleh orang dewasa seperti kita.

 

Ketika kita menghadapi masalah maka jangan sampai kita menyalahkan orang terhadap masalah yang kita hadapi, jangan sampai kita mengorek-korek keburukan orang lain agar kita terbebas dari masalah. Fokuslah pada masalah yang dihadapi, fokuslah pada “apa” bukan “siapa”. Karena dengan fokus kepada “apa” yang kita hadapi, pikiran kita kemudian akan tertuju kepada “penyebab” dari “apa” dan selanjutnya kita akan temukan solusi dari penyebab-penyebab itu.

 

Lakukan Yang Kita Bisa

Masalah yang kita hadapi memang tak jarang membuat kita pusing atau bahkan stress, sehingga kita sulit untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Kita bahkan terkadang malah memikirkan hal-hal yang sedikit “ajaib” untuk menyelesaikan masalah kita. Seperti ketika kita terlilit hutang, kita akan berfikir seandainya ada orang yang menjatuhkan uang di pinggir jalan depan rumah kita, atau kira berfikir tiba-tiba kita menang undian 1 milyar rupiah, namun kenyataannya hal-hal itu tidak terjadi.

 

Kita juga sering terjebak pada persoalan “besar” sehingga pikiran kita akan mengarah pada “penyelesaian besar” untuk menanggulangi masalah tersebut. Seperti contoh ketika kita menghadapi masalah seringnya mati listrik di rumah, kita berfikir “harusnya” PLN membuat banyak pembangkit listrik sehingga supply listrik tidak byar-pet, dan semua kebutuhan daya terpenuhi. Namun solusi besar itu ternyata tidak lantas mengatasi masalah byar-pet dirumah.

 

Dalam hal ini, kita terlalu besar memikirkan solusi, padahal yang harus kita lakukan adalah fokus pada solusi kecil yang dapat kita lakukan, fokuskan pikiran kita pada lingkaran kemampuan kita, apa yang dapat kita lakukan. Sehingga untuk masalah mati listrik dirumah, kita dapat mencoba membuat penyimpan daya kecil-kecilan, entah dengan aki bekas dirumah atau dengan battery. Hasilnya tentu tidak 100% mengatasi masalah mati listrik, namun setidaknya kita tidak kegelapan karena mati listrik di rumah ketika malam hari.

 

Jangan Menunda Masalah

Menunda masalah adalah suatu tindakan yang salah, kita dapat menganalogikan masalah yang kita hadapi sebagai penyakit yang menghinggapi tubuh kita. Jika kita menunda untuk memberikan obat pada penyakit ditubuh kita, penyakit tersebut akan semakin berkembang biak menjangkiti sel-sel yang ada disekitarnya, dan mulai untuk menghancurkan tubuh kita sedikit demi sedikit.

 

Tentu kita tidak ingin tubuh kita hancur karena penyakit, sehingga ambillah tindakan secepatnya dan jangan pernah menunda. Jangan sampai masalah kita membuat semua yang sudah kita bangun berantakan. Jangan sampai masalah yang kita hadapi menjadi semakin besar karena kita menunda penyelesaiannya dan tidak bersegera untuk melakukan tindakan nyata. So, lakukan tindakan nyata dimulai dari yang paling kecil dan paling mudah terlebih dahulu, dan lakukan sekarang juga!

 

Masalah Adalah Skenario Tuhan

Ketika kita begitu terpuruk dengan masalah besar yang kita hadapi, jangan lupa ada Tuhan yang selalu menyertai disamping kita. Kita harus yakin bahwa masalah yang sedang kita hadapi adalah skenario terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita. Seberat apapun masalah kita, pasti Tuhan sudah tahu betul kadar kemampuan kita, sehingga tidak ada yang masalah yang lebih berat dari kemampuan kita untuk menanggungnya.

 

Oleh karena itu salah satu langkah untuk mengatasi masalah , selain dengan langkah-langkah nyata yang dapat kita lakukan, kita juga harus berdoa dan memohon kemurahan Tuhan untuk masalah yang sedang kita hadapi. Jangan pernah malu untuk meminta sesuatu kepada Tuhan, karena Tuhan Maha Pengasih dan Tuhan pasti mengabulkan Doa hamba Nya.

Chania
   47
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com