Cara Memilih Antara Motor Injeksi Dan Karburator
8165-00-efi-vs-carbu.jpg

Dewasa ini hampir semua pabrikan sepeda motor berlomba-lomba untuk menggunakan teknologi injeksi, baik untuk tipe matic, bebek, touring maupun untuk tipe sport. Namun beberapa tipe juga masih memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih antara karburator dan injeksi. Lantas manakah yang akan kita pilih?

 

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk memilih antara karburator ataukah injeksi, minimal agar kita  tahu kelebihan dan kekurangan masing masing sehingga pilihan kita benar-benar tepat seperti yang kita harapkan.

 

Fungsi antara sistem karburator dan injeksi sebenarnya sama yaitu sistem yang digunakan untuk mengkabutkan bahan bakar dan mencampurnya dengan udara dengan perbandingan yang tepat. Semakin tepat perbandingan antara udara dengan bahan bakar maka konsumsi bahan bakar akan semakin irit.

 

Pada karburator, bahan bakar dikabutkan oleh lubang kecil (pilot jet & main jet) saat aliran udara terhisap oleh gerakan turunya piston, lubang bahan bakar (main jet) ini diatur oleh jarum (skep) yang dapat dikendalikan melalui tuas kendali (stang gas) sehingga banyak sedikitnya bahan bakar bergantung pada besar kecilnya lubang jet ini, semakin tuas ditarik, jarum akan terangkat, lubang semakin besar dan bahan bakar semakin banyak yang keluar maka kecepatan kendaraan akan meningkat.

 

Pada injeksi, bahan bakar dikabutkan oleh injector (penyuntik) yang kerjanya diatur oleh ECM (electronic control module), ECM mendapat input (masukan) dari beberapa parameter sensor untuk mengetahui kondisi kendaraan. Sensor-sensor itu adalah throttle position (TP) sensor untuk mengetahui posisi bukaan throttle, O2 sensor untuk mengetahui hasil pembakaran apakah pembakaran sempurna atau tidak dilihat dari kadar oksigen, Ignition Pulse Generator (CKP) Sensor untuk mendeteksi putaran mesin dan sudut crankshaft sehingga penyemprotan bahan bakar dapat dilakukan pada waktu yang tepat, Engine Oil Themperatur (EOT) sensor untuk mengetahui suhu mesin dilihat dari suhu pelumas oli.

 

Beberapa sensor diatas memberikan data ke ECM untuk selanjutnya dikalkulasi sehingga penyemprotan injektor dilakukan pada waktu yang tepat dengan jumlah bahan bakar yang sesuai. Percepatan kendaraan didapat dari sudut bukaan throttle yang dikendalikan oleh tuas gas, semakin gas ditarik maka throttle semakin membuka, sensor akan memberikan sinyal sehingga injektor akan semakin banyak menyemprotkan bahan bakar dan kecepatan kendaraan akan meningkat.


 

8165-2011-Honda-CBR250R-09.jpg

Karburator menawarkan sistem yang sederhana, semua komponen digerakkan secara mekanis sehingga mudah untuk dirawat, begitu juga dengan spare part penggantinya yang banyak dijual dipasaran dengan harga yang murah. Berbeda dengan injeksi yang hampir semua komponen digerakkan secara elektrik sehingga peran sumber tegangan listrik sangat penting pada sistem ini, komponen sistem injeksi memang tidak banyak membutuhkan perawatan namun ketika rusak harus langsung diganti karena komponen ini tidak dirancang untuk dibongkar, dan biayanya pun relatif mahal.

 

Sistem karburator memang dapat di stel pada kondisi paling irit, namun demikian masih kalah irit dengan sistem injeksi. Keakuratan yang dihasilkan oleh sensor-sensor dan kalkulasi yang tepat oleh ECM membuat bahan bakar  menjadi hemat dengan performa yang lebih baik.

 

Dari segi lingkungan, bahan bakar yang tidak terbakar sempurna akan menghasilkan emisi yang berbahaya bagi lingkungan. CO, Pb, HC dan NOx  adalah gas beracun yang dapat merusak kesehatan. Oleh karena itu, kendaraan dengan pembakaran yang semakin baik akan mengurangi dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

 

Saatnya kita lebih bijaksana dalam memilih, sesuaikan jenis sepeda motor yang akan kita gunakan dengan kebutuhan kita, mari kita hitung ulang biaya yang kita keluarkan untuk transportasi dan biaya perawatan sebelum memutuskan pilihan terbaik kita.

Chania
   32
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com