Cara Aman Berkendara Sepeda Motor
3949-Ride-a-Motorcycle-3.jpg

Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi yang tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.

 

Sebelum berkendara, lakukan persiapan terhadap tubuh kita, pastikan kondisi tubuh sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani berarti tubuh kita dalam kondisi fit 100%, sehat rohani berarti kondisi jiwa kita juga dalam keadaan fit, tidak dalam keadan emosi, banyak pikiran, bahkan sedang galau karena habis diputus pacar, bahaya lho!

 

Setelah kondisi tubuh, pastikan juga kendaraan kita dalam kondisi sehat, cek semua bagian dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, spion lengkap, tekanan ban, kerenggangan rantai, busi, bahkan oli mesin, tapi juga jangan lupa bahan bakarnya .

 

Badan siap, motor siap, sekarang siapkan safety gearnya (perlengkapan berkendara), dari helm, sarung tangan, masker, jaket, sepatu, siapkan juga jas hujan, sangat disarankan menggunakan safety gear yang sudah standard, seperti helm yang sudah berlisensi SNI, DOT atau SNELL.

 

Berikut ini adalah beberapa tips aman berkendara yang patut kita lakukan agar selamat sampai tujuan:

 

1. Pengereman

Di saat kita ingin melakukan pemberhentian utamakanlah rem depan kendaraan, karena beban berat kita akan berada di depan dan ini membuat kita lebih cepat berhenti. Cara melakukan pengereman depan yang baik adalah dengan menarik secara perlahan yang diawali jari kelingking dan diakhiri jari telunjuk, namun jangan lupa untuk menggunakan rem belakang sebagai penyeimbang rem depan agar tidak terjatuh. Selanjutnya, apabila kendaraan sudah ingin berhenti, maka siapkan kaki kiri kita untuk menjadi pijakan kita.

 

2. Berpindah Jalur

Ketika kita hendak berpindah jalur, sangat penting untuk memberi tahu pengendara lain dengan menyalakan lampu sein 3 detik sebelumnya. Pengendara harus memperhatikan kaca spion untuk memeriksa kendaraan di belakangnya sebelum berpindah jalur.

 

3. Berada Di Jalur Kiri

Gunakan selalu jalur kiri dan hati-hati dengan kemunculan kendaraan yang datang mendadak dari arah yang berlawanan.

 

4. Melewati Persimpangan

Ketika belok ke kiri atau ke kanan dipersimpangan sangat penting untuk menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberi tahu kepada pengguna jalan yang lain agar tidak kaget dengan manuver kita.

5. Rintangan Di Jalan

Batu, kerikil, tanah atau lumpur dan pasir membuat permukaan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk menghindarinya, kurangi kecepatan kendaraan, hindari belok terlalu patah dan pengereman mendadak saat melalui kondisi jalan seperti ini.

 

6. Tata Cara Menyalip

Pengemudi yang akan melewati kendaraan lain harus menjaga ruang  dan menggunakan lajur  sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewatinya, namun dalam keadaan tertentu dapat mengambil lajur jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan keselamatan.

 

7. Tata Cara Membelok

Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan wajib memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah. ( liat spion kiri & kanan, jangan lupa lampu sein ). Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu lalu lintas.

 

8. Jarak Antar Kendaraan

Pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada didepannya (kira-kira 2-3 meter). Jarak aman ini berguna agar ketika terjadi pengereman mendadak pada kendaraan di depan, maka kita masih punya jarak untuk melakukan tindakan pengereman sehingga tidak terjadi tabrakan

 

Selamat berkendara, jadilah pelopor keselamatan lalulintas, jadilah safety rider yang baik, sehigga kita tetap aman dan selamat sampai tujuan.

Chania
   78
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img