Cara Mengatasi Para Pengeluh
896-bored.jpg

"Ini kantor penuh dengan ketidakjelasan. Saling lempar kesalahan. Gak ada yang mau tanggung jawab. Oang-orang sibuk cuma pada ngobrol, gak pada kerja. Minta ampuun deh, saya gak sanggup kerja model gini.."

 

“Saya sebel banget sama si Dodi. Dia itu sok banget. Seolah-olah dia paling pintar dan nganggep remeh kita semua. Belum lagi itu si Agus, strateginya cari muka saja di depan bos. Tahu apa mereka? Apalagi itu si Ani, gak pernah berhenti cerewetnya. Ya kan? Gimana pendapat kamu? Saya sudah capek kalau disuruh urus ini itu.”

 

Ini adalah dua model keluhan demi keluhan yang muncul. Anda pernah menemukan rekan kerja yang aneh semacam ini? Keanehannya adalah dia selalu punya alasan untuk terus menerus mengeluh, bicara hal-hal yang membuatnya tampak tidak menikmati suasana apapun. Apa yang Anda rasakan jika harus bekerja bersama orang semacam ini?

 

Mungkin situasi memang sedang kurang sehat sehingga bisa saja membuat seseorang mengeluh atas situasi tertentu. Tetapi bagaimana jika ada orang yang hobi mengeluh atas semua hal? Orang yang banyak mengeluh akan melemahkan energi team kerja dan menyedotnya ke arah negatif.

 

Dapat dipastikan aura negatif orang yang suka menggeluh akan merebak bagaikan virus yang pelan-pelan menjangkiti seantero team kerja. Virus keluh mengeluh semacam ini banyak ditemukan di dunia kerja. Selalu ada saja orang yang pandai mengeluh daripada pandai melakukan tugasnya. Keluhan demi keluhan biasanya adalah wujud ketidakcakapan orang menghadapi permasalahan yang ada. Karena ia tidak mampu mengubah berbagai hal seperti keinginanya, maka dia mengeluhkan hal-hal itu dan berbagai hal lainnya yang bisa dia keluhkan.

 

Jika Anda rekan kerjanya, apa yang perlu Anda lakukan? Sahabat, ketahuilah bahwa tidak akan ada situasi kerja yang sempurna di perusahaan manapun. Setiap lingkungan kerja pasti mempunyai nilai positif dan negatifnya masing-masing. Jadi, sebaiknya Anda hindarkan diri terjangkiti virus semacam ini, karena tidak banyak yang bisa sembuh dari virus keluh mengeluh, kecuali Anda membentengi diri dari virus ini.

 

Cara mencegah yang terbaik adalah hindarkan diri Anda terlibat dalam pembicaraan dengan orang itu jika ia mulai menunjukkan penyakit keluh mengeluhnya. Stop bicara dan kaburlah dari hadapannya. Cari alasan apapun yang bisa Anda gunakan untuk segera lenyap. Gunakan misalnya kalimat “Maaf ya, saya mau bikin kopi dulu.” Atau, jika Anda mau mencoba mengobatinya, gunakan kalimat singkat sederhana yang jelas bisa ditangkap maksudnya tanpa harus mengorbankan perasaan, “Hahahaha, kamu nih mengeluh terus, cobalah lakukan sesuatu agar keluhanmu itu bisa menjadi pemicu ide yang baru. Makasih yaa, saya mau kerja dulu...”

 

Well, kalimat teguran positif itu belum tentu akan menyembuhkan penyakitnya. Tetapi Anda sudah melakukan sesuatu yang baik. Tetapi jangan korbankan waktu Anda yang berharga hanya untuk sekedar menanggapi keluhan demi keluhan. ‘Lets do something differently and stop complaining.

 

Jika Anda dalam posisi supervisornya, apa yang akan Anda lakukan?

Sebaiknya Anda menemukan sisi lain dari orang itu yaitu sisi yang positif. Para pengeluh seperti itu, mungkin adalah aset berharga bagi tim kerja, sehingga walaupun dia terus menerus mengeluh tetapi keahliannya tidak bisa digantikan. Maka cara terbaik adalah lakukan dialog face to face dengannya. Sampaikan bahwa sikap dia bisa mengganggu team kerja. Jangan lupa juga untuk memberikan solusi atas keluhan yang dilontarkan. Meskipun barangkali tidak semua keluhan bisa diselesaikan dalam waktu cepat, tetapi Anda perlu mengkomunikasikannya.

 

Keluhan-keluhan staff terhadap situasi lingkungan kerja bisa ditimbulkan dari beberapa hal. Mungkin dari sarana prasarana kerja, nah kalau hal ini yang terjadi, maka Anda sebagai supervisor perlu turun tangan ke tempat kerja itu. Periksalah apa yang dikeluhkan, lakukan perbaikan yang bisa dan perlu dilakukan. Ingat bahwa kenyamanan kerja akan mendukung kinerja. Tetapi jika keluhan terhadap sarana prasarana kerja itu Anda nilai tidak masuk akal, maka Anda bisa menolaknya dan mengarahkan perhatiannya terhadap hal lain yang sudah ada.

 

Bagaimana mengatasi keluhan Orang yang terkena virus mengeluh? Anda sebagai supervisor dapat memberikan beberapa ketegasan, sampaikan misalnya, bahwa: “Jika kamu tidak menghentikan keluhan-keluhanmu itu, pasti kinerjamu akan memburuk. Saya tahu kamu tidak akan menyukai hal ini. Tetapi kalau itu yang terjadi, maka kamu tidak akan mendapatkan bonus akhir tahun. Paling-paling buruk adalah saya akan pindahkan kamu ke posisi lain yang lebih rendah. Nah silahkan pilih keputusanmu.”

 

Itulah beberapa seni leadership yang dapat Anda kuasai sebagai supervisor. Anda akan pelajari hal-hal lain sebagai bagian dari tantangan dalam karir Anda sebagi leader.

 

Let’s do it..! Belajar dari pengalaman adalah yang terbaik, tetapi memahami dari pengalaman orang lain bisa menciptakan leadership dalam diri Anda lebih cepat, lebih baik dan lebih powerfull.

Salam leader.

Chania
   11
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com