Cara Melawan Kemalasan Kita
9755-avoid-laziness-work.jpg

Apa alasan utama yang biasa membuat orang menunda untuk melakukan suatu hal penting? Malas. Ya, malas merupakan hal paling umum yang menyebabkan orang menunda, mengesampingkan suatu pekerjaan atau menolak untuk melakukan sesuatu, malas bisa menghinggapi siapa saja dan malas pasti akan membawa dampak negatif.

 

Kita semua paham bahwa nasib manusia ditentukan oleh perilaku orang itu sendiri, perilaku yang dilakukan terus menerus akan membentuk kebiasaan, kebiasaan seseorang akan menjadikan karakter dari orang itu dan karakter akan menentukan nasib. Orang yang biasa malas, tidak akan pernah bisa menghasilkan sesuatu lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan, atau menghasilkan sesuatu lebih banyak dalam kurun waktu yang sama, orang seperti ini kita kenal dengan orang yang tidak produktif. Semakin jauh orang dari produktif maka semakin dia tidak bernilai, dan semakin tidak bernilai maka tidak ada alasan seseorang untuk mempertahankannya, entah di pabrik, dikantor atau ditempat lain. Maka orang yang malas akan sulit untuk menjalani pekerjaannya atau justru malah tidak punya pekerjaan.

 

Lantas bagaimana cara mengatasi rasa malas, jawabanya adalah mari kita kembali merefleksi apa sebenarnya penyebab dari rasa malas. Rasa malas merupakan akibat dari sesuatu yang terjadi pada diri kita. Rasa malas merupakan efek dari cara kita memandang suatu masalah atau pekerjaan. Sebagai contoh ketika kita malas melakukan sesuatu karena kita kurang percaya diri, kita malas mencoba hal baru karena kita tidak yakin terhadap hasil dari usaha kita. Atau kadang orang malas melakukan sesuatu karena menggap bahwa hokinya tidak disitu, kita masih inggat iklan di televisi “Lagi apa jo?” “Lagi mbersihin kolam renang pak”. “Kamu itu tidak cocok kerja dia air, cocoknya kerja di tanah”. Banyak dari kita yang masih menggap bahwa nasib sudah ditentukan, sehingga apa gunanya mencoba hal baru toh tetap aja tidak akan merubah keadaan, lantas rasa malaspun akan mudah menghinggap. Padahal nasib kita adalah hasil dari pilihan-pilihan kita.

 

Rasa malas menjadi  sulit di atasi karena banyak yang tidak sadar atau tidak tahu penyebab dari rasa malas itu. Mengantuk juga merupakan penyebab dari rasa malas, kita jadi ogah untuk melakukan sesuatu karena sebenarnya kita sedang mengantuk, lantas bagaimana? Jawabnya adalah buat agat  tubuh kita tidak mengantuk, atur waktu sehingga kita cukup tidur atau pompa semangat kita agar terus naik sehingga rasa kantuk hilang. Banyak orang sukses yang selalu sibuk sehingga waktu untuk tidur kurang, namun dalam kondisi itu dia tetap dapat tampil dengan prima. Berbeda dengan orang gagal, orang gagal punya banyak waktu untuk tidur atau malah tidurnya kebanyakan, dan ketika sudah bangun tipe orang seperti ini biasanya tetap ngantuk

Berarti dalam bahasan ini kita harus pahami bersama bahwa malas itu tidak bisa diselesaikan kalau kita tidak mengerti penyebab dari rasa malas. Mari kita cermati lagi, kita teliti, kita pisah-pisahkan apa yang menyebabkan kita menjadi malas, kita tidak bertenaga, kita menunda pelaksanaan suatu pekerjaan, memilih sesuatu yang lebih nyaman, menghindari berkeringat, menghindari pertemuan dengan orang lain atau menghindari konflik. Kita fokuskan diri kita untuk menyelesaikan penyebab dari permasalahan yang membuat kita malas itu.

 

Ketika permasalahan belum selesai, kita dapat saja melakukan refreshing sehingga rasa malas hilang, namun tentu hal ini hanyalah bersifat sementara, kita ibarat sedang memadamkan api kebakaran, ketika kebakaran muncul kita memang bisa mematikannya dengan air kemudian apipun padam tetapi kalau sepanjang hidup terus memadamkan api, pasti kita letih. Karena hidup ini panjang dan pasti akan ada kemalasan-kemalasan yang muncul, maka kenali hal-hal yang menjadikan kita malas dan selesaikan itu..

Chania
   47
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com