Cara Memperbaiki Diri Agar Tidak Punah Ditengah Perubahan
1424-Butterfly-2.jpg

Belum lama ini, supir taksi di jakarta melakukan demo kepada pemerintah tentang adanya ojek & taksi berbasis aplikasi. Ternyata perubahan benar-benar dapat menggilas para supir taksi tersebut hingga berbuat anarki. Ini tentang siap atau tidak siap menghadapi perubahan. Perubahan itu bisa sangat mendasar, sehingga terasa kejam bagi yang tidak siap. Sadarkah anda bahwa kita sudah melewatkan beberapa perubahan di sekitar kita? Ini contohnya, becak menjadi korban bajaj, angkot jadi korban motor dan ojek, kantor Pos menjadi korban email dan sosmed, BlackBerry jadi korban android, telepon kabel menjadi korban SMS, dst.

 

Perubahan dapat menggilas seseorang. Perubahan juga dapat mengangkat seseorang. Apa yang membedakannya? Kami percaya setiap orang (termasuk Anda dan saya) ingin berubah menjadi lebih baik. Namun, masih banyak orang yang sulit untuk benar-benar berubah, apalagi benar-benar sukses setelah perubahan tersebut. Kata perubahan bagi sebagian atau banyak dari kita, merupakan suatu hal atau kondisi yang menggelisahkan bahkan kita mungkin sesuatu yang mengerikan. Apalagi bila situasi kita sudah nyaman dengan keadaan saat ini. Namun jika kita diharuskan untuk berubah dan tidak ada pilihan lain selain berubah atau kita akan punah, maka ceritanya menjadi lain.

 

Harus kita akui dinamika masyarakat di luar kita, iptek dan pola hidup terjadi begitu cepat. Tanpa kita sadari sebagian merupakan kelalaian kita dalam melakukan antisipasi maupun pengelolaan perubahan tersebut, khususnya yang langsung berhubungan dengan kehidupan kita. Pemahaman terhadap perubahan yang terjadi terus menerus serta kiat kita mengelola dan mengomunikasikannya dalam perilaku sehari-hari maupun kehidupan sosial akan membentuk sifat kita yang siap dan fleksibel dalam menghadapi perubahan yang terjadi.

 

Dalam era saat ini, yang kita butuhkan dalam rangka berbenah diri sehingga tidak “punah” antara lain adalah :

1424-edb8a3c52877477a1d4269b272750e52.jpg

 

Memiliki cita-cita atau visi masa depan, sekecil apapun itu. Milikilah cita-cita setinggi langit sekecil apapun karena gratis, namun ingat meskipun gratis dan kecil tetap harus diwujudkan. Memiliki visi atau cita-cita membuat hidup kita lebih terarah dan juga mampu membangkitkan semangat jika kita sedang lesu karena keinginan tidak terwujud. Apalagi jika kita melihat orang-orang di sekitar kita berhasil mewujudkan cita-citanya, akankah kita hanya berdiam diri, tertinggal, dan punah?

 

Open mind. Pikiran terbuka telah terbukti menjadi salah satu ciri dari karakter orang-orang besar dan sukses. Sikap open minded-lah yang telah menjadikan mereka orang yang besar dan sukses. Menjadi terbuka bukan berarti membenarkan semua pemikiran. Menyetujui semua kesalahan, dan tidak memiliki konsep benar secara subjektif. Tetapi menjadi terbuka adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang bisa member manfaat. Membaca pikiran orang untuk kita ambil saripatinya.

 

Berbicara dengan orang lain dari sudut pandang berbeda, kemudian mencoba memahami kenapa dia berpendapat semacam itu. Tetapi tidak kemudian menganggap semuanya benar, dan beranggapan bahwa kebenaran itu relatif. Prinsip tetap dipegang, tetapi pikiran terbuka lebar. Siap menerima kritik, masukan dari siapapun. Karena menjadi besar adalah sebuah tuntunan, dan kita tidak bisa berkembang sendirian. Kita butuh masyarakat yang akan menopang keislaman kita. Kita butuh orang lain yang bisa berperan sebagai kawan, lawan atau bahkan pembanding. Karena persaingan dan kompetisi justru akan memacu kualitas kita lebih baik lagi.

 

Clear thinking. Sebuah pendapat mengatakan apa yang anda pikirkan bisa menjadi kenyataan. Jika kita memelihara pikiran negatif lama-lama, bisa-bisa kita malah seperti membangunkan singa tidur yang seharusnya tidak apa-apa malah menimbulkan masalah yang menghinggapi hidup kita. Bersihkan pikiran negatif dari diri kita jika kita tidak ingin punah.

 

Adaptive. Membentuk pribadi yang Adaptif, dalam dunia bisnis sudah banyak pribadi yang sukses melihat perbedaan dan mampu memanfaatkanya sebagai kunci untuk mengalahkan para pesaing. Sebagai contoh disaat banyak pihak menilai kemunculan internet sebagai ancaman bagi bisnis mereka, yang lain menilainya sebagai peluang besar. Dan ketika kebanyakan bioskop/studio film ditandingi televisi, Walt Disney mampu bertahan dan memanfaatkannya.

 

Move faster. Ya, bergerak cepat dalam menangkap peluang. Jangan sampai Anda sudah memiliki cita-cita, berpikiran terbuka terhadap semua hal, tetap berpikiran jernih, dan mampu beradaptasi tetapi tetap diam di tempat tidak bergerak cepat menangkap peluang yang ada.

 

Jangan lupa untuk bergerak lebih cepat dari para pesaing anda supaya tidak “punah”. Charles Darwin berkata, “Bukan yang terkuat atau terpintar yang bisa bertahan, melainkan yang paling bisa menyesuaikan diri.” Baiknya memilih jalan perubahan. Anda tak akan mungkin melawan proses alamiah ini. Daripada terus bertengkar, lebih baik berubah menjadi lebih baik. Salam perubahan.

Chania
   30
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com