5 Cara Cerdas Lolos Interview Kerja
8835-interview.jpg

Banyak orang bilang lolos interview kerja itu adalah hal yang sulit, sehingga ketika ada panggilan interview yang terbayangkan adalah pertanyaan-pertanyaan sulit yang harus dijawab, tidak sedikit yang sudah grogi dulu padahal proses interview masih beberapa hari mendatang. Persepsi bahwa interview adalah sesuatu hal yang sulit terbangun karena banyaknya kandidat atau calon pekerja yang gagal pada tahap ini. Oleh karena itu, agar calon pekerja bisa melewati tahap interview dengan mudah, simak beberapa tips berikut ini.

 

1. Gunakan pakaian terbaik kita saat interview

 

Ketika kita diundang interview, gunakan pakaian formal yang rapi dan sopan, usahakan penampilan kita netral artinya tidak terlalu mencolok dan tidak terlalu norak, hindari pakaian blink-blink atau pakaian dengan warna mencolok, seperti orange dan pink. Jangan pula terlalu kucel atau terkesan terlalu santai, seperti kaos oblong dan tidak bersepatu.

 

Jika diperlukan untuk perusahaan tertentu kita bisa menyesuaikan dengan berdasi atau mengenakan jas dan blazer, ini biasanya untuk perusahaan perhotelan dan perbankan. Namun selain itu, biasanya cukup dengan pakaian rapi dan sopan.

 

2. Hadapi interview dengan serileks mungkin

 

Ketika kita menghadapi interview jangan sampai semua kata-kata yang kita ucapkan berantakan karena kita grogi, gugup atau nervous. Usahakan diri kita rileks dan buat senyaman mungkin. Agar bisa rileks kuncinya adalah anggap interviewer adalah rekan kita dan proses interview adalah ajang ngobrol biasa, sehingga tidak ada yang perlu ditakuti.

 

Mental yang harus kita bangun adalah mental juara, kita harus tanamkan pada diri kita bahwa kita adalah pribadi yang unggul artinya tidak hanya kita yang butuh pekerjaan namun perusahaanpun juga butuh kita, membutuhkan orang-orang terampil untuk menjalankan bisnisnya, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

 

3. Katakanlah sesuatu yang penting dan jangan sok tau

 

Pada saat interview, biasanya dilakukan secara bergiliran dengan beberapa kandidat yang ikut seleksi, bisa bertiga, berempat, atau bahkan bersepuluh, ini artinya waktu untuk interview adalah terbatas atau bahkan bisa sangat-sangat terbatas, oleh sebab itu pada saat kita mendapat giliran usahakan waktu kita gunakan seoptimal mungkin, jangan menjawab pertanyaan dengan ngelantur kemana-mana. Misalnya ketika berkenalan, kita tidak perlu menceritakan semua anggota keluarga kita, cukup sebutkan kita anak keberapa dari berapa bersaudara, atau contoh lain ketika menceritakan riwayat pendidikan, kita tidak perlu menyebutkan dari sekolah dasar sampai pendidikan tinggi, cukup pendidikan terakhir kita dan jurusannya, selesai.

 

Jawab pertanyaan dengan singkat dan jelas, hindari kata; mungkin, seandainya, jikalau atau kata dengan makna bersayap, tetapi lebih ditekankan dengan kata-kata; menurut pengalaman saya, yang saya alami, atau kata-kata yang menunjukkan perilaku kita pada kejadian sebelumnya, inggat pewancara selalu lebih tertarik dengan pengalaman kita dari pada janji-janji kita dimasa yang akan datang, misalnya saya akan bekerja keras, saya akan berusaha dll adalah kalimat yang sebaikkan dihindari.

 

Jika ternyata kita ditanya tentang kejadian yang belum pernah kita alami, usahakan cari kondisi yang mirip atau mendekati dari pengalaman kita, jika tidak ada maka kita bisa gunakan kata menurut analisa saya.

 

4. Jangan menjadikan uang sebagai tujuan utama

 

Pada beberapa perusahaan, biasanya akan ada pertanyaan mengenai tujuan utama kenapa kita ingin bekerja, jawaban polos adalah karena kita butuh uang, atau kita harus mencukupi kebutuhan keluarga, namun ternyata jawaban ini dapat dipandang negatif oleh pihak perusahaan, kenapa? karena ketika calon karyawan menjadikan uang sebagai oriantasi utama maka biasanya semua pekerjaan yang harus dikerjakan akan dikorelasikan dengan nilai uang, dan ternyata tidak semua pekerjaan di perusahaan ada nilai uangnya, misalnya kita harus pulang agak larut karena ada laporan yang harus diselesaikan, dan ini sering kali tidak ada hitungan lemburnya.

 

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menjadikan uang sebagai alasan utama bekerja, kita bisa menyampaikan bahwa kita ingin membangun kompetensi, meningkatkan kemampuan bersama dengan perusahaan, atau kita ingin agar ilmu yang sudah dipelajari disekolah atau dikampus dapat berguna untuk orang banyak. Ini lebih baik.

 

5. Jangan mengarang cerita jika kita memang tidak pernah mengalami

 

Beberapa kesalahan ketika proses interview adalah kita ingin bisa menjawab semua pertanyaan dari interviewer padahal kita tidak punya pengalaman atau pengetahuan mengenai hal tersebut. Dan biasanya kita akan sedikit mengarang cerita atau menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak kita kuasai. Contoh ketika kita ditanya pernahkah kita memimpin suatu kelompok atau suatu kegiatan dikampus atau di lingkungan rumah?, karena kita tau pertanyaan ini untuk mengukur tingkat kepemimpinan kita dan kita ingin mendapat nilai baik, maka kita akan menjawab pernah, dan kita akan mulai mengarang suatu kejadian atau suatu kondisi tertentu.

 

Eits, stop dulu..jangan kira ketika kita bisa mengarang cerita dengan baik tanpa ada kalimat yang terputus, interviewer tidak tahu bahwa sebenarnya kita sedang berbohong. Interviewer handal akan sangat mudah mengetahui hal itu, cukup dengan melihat arah bola mata kita kemana arahnya, hal itu sudah cukup untuk menyimpulkan, kita berkata jujur atau sedang mengarang cerita alias bohong.

 

Melihat kejujuran melalui bola mata itu ada ilmunya, dan ini sangat sulit sekali untuk dikondisikan karena pergerakan bola mata adalah gerakan refleks yang sulit diatur, sehingga langkah terbaik adalah ceritakanlah sesuatu dengan jujur sejujur-jujurnya. Kita akan lebih tenang dan lega dengan apapun hasilnya.

 

Selamat mencoba. Sukses untuk kita semua

Chania
   35
 
gmbr
Cinque Terre

img img img img
img
img
www.000webhost.com