Co-founder WhatsApp serukan #deletefacebook
2829-wa.jpg

Merdeka.com - Data pengguna Facebook dikabarkan bobol. Isu itu muncul gara-gara Cambridge Analytica diduga menyalahgunakan data-data dari 50 juta pengguna Facebook untuk kepentingan politik.

Menariknya, dilaporkan Engadget, Rabu (22/3), pendiri WhatsApp Brian Acton yang telah meninggalkan perusahaan itu tahun lalu, mencuitkan Tweet untuk menghapus Facebook.

"Sudah waktunya. #deletefacebook," tulis @brianacton.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014 Facebook mengakuisisi WhatsApp sekitar USD 22 miliar. Dan kini WhatsApp semakin berkembang menjadi platform aplikasi perpesanan.

Terlepas itu, menghadapi kasus ini, pejabat pemerintah di Amerika dan Eropa menuntut penjelasan dari Facebook.

Uni Eropa ingin menginvestigasi Facebook karena melanggar privasi warga mereka. Sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, hingga saat ini belum memberikan respons.

Sebelumnya, Facebook juga sudah dibuat pusing karena dituding digunakan agen Rusia untuk mempengaruhi pengguna Facebook dengan berita palsu.

Facebook menolak tudingan tersebut, tetapi mereka berkomitmen ingin bekerja sama dengan komisi pemilihan di berbagai negara untuk memastikan adanya pemilihan yang jujur tanpa intervensi dari pihak berniat jahat di media sosial. [idc]



Chania
www.000webhost.com